Friday, October 27, 2017

Exchange di Lund University, Swedia

Halo semuanya, selamat datang di blog yang sudah berdebu ini! Sudah lama sekali nggak update apa-apa. Pingin update secara reguler tapi apa daya, beberapa tulisan harus ditinggalkan sebelum selesai dan akhirnya ga diselesaikan hehe...

Beberapa tahun lalu, saya pernah post tulisan tentang tips daftar program AFS/YES karena merasa berhutang budi sama blog kakak-kakak yang suka saya stalking jaman saya daftar Bina Antarbudaya dulu. Nah, kali ini, saya mau balas budi sama kakak-kakak yang saya stalk sebelum datang ke Lund University, Swedia. Saya tidak akan menjelaskan tentang tips/trik lagi, karena saya disini lewat program universitas dan beasiswanya sama dengan yang saya dapat dari univ di Jepang. Saya lebih menjelaskan secara general saja tentang Lund.

Buat kalian yang berencana untuk exchange atau meneruskan S2 disini, semoga dapat info baru ya :)

Di depan University Library, tempat favorit saya belajar.


Lund Universitet terletak di Lund, kota yang terletak di selatan Swedia. Kota ini lebih dekat ke Copenhagen, Denmark daripada ke ibukotanya sendiri, Stockholm. Jadi bulan Agustus kemarin saya terbang dari Jakarta menuju Copenhagen, lalu naik kereta sekitar 40 menit ke Lund.

Kalau dibandingkan dengan kota-kota di Indonesia, Lund termasuk kota kecil. Penduduknya tidak terlalu banyak, padahal ini kota ke 11 terbesar di Swedia, lho! Kotanya sangat tenang dan cantik. Rumah-rumah warna-warni khas Eropa dan jalan cobblestone jadi pemandangan saya sehari-hari yang saya lewati dengan sepeda saya. Disini umumnya orang-orang pakai sepeda untuk moda transportasi. Selain murah, juga mudah karena infrastrukturnya sangat mendukung pesepeda.

Sistem Akademik

Secara personal, saya suka sekali dengan sistem akademik disini. Menurut saya, disini sistemnya sangat student-oriented. Saya kurang tahu bagaimana kampus di Indonesia, tapi kalau kampus saya di Jepang, tidak ada retake exam. Jadi kalau kalian fail di UAS, biasanya di report akhir semester akan dapat F. Tapi di Lund, siswa berhak mengulang ujian kalau seandainya dapat F di ujian pertama. Di beberapa kelas, bisa berkali-kali ambil retake exam. Kalau tidak salah, kalau F yang ketiga kalinya, guru pengawasnya akan diganti (?). Saya juga kurang yakin dengan sistem guru diganti ini. Intinya, universitas sangat memfasilitasi murid dalam belajar.

Di Lund, sebagaimana kultur di Swedia, sangat menjunjung tinggi work-life balance. Orang-orang disini sangat fleksibel dalam melakukan sesuatu dan tergolong santai. Itu tergambar dengan kultur fika, sesi santai dimana biasanya kopi/teh atau cinnamon bun/any sweets disajikan. Jadi kalau ada acara seminar misalnya, setiap beberapa jam sekali, akan disediakan waktu istirahat dan makanan fika juga disajikan. Kalau bekerja disini, istirahatnya tiga kali. Jam 9 mulai kerja, jam 11 fika, jam 1 lunch break, jam 4 fika, jam 5 pulang. Santai kan? Tapi karena itu, kinerjanya jadi efisien karena pikiran yang tidak dirongrong untuk kerja terus.


Tempat Tinggal

Disini saya tinggal di Vildanden, kompleks residensi yang letaknya di barat Lund. Agak jauh dari keramaian dan sangat jauh dari fakultas saya yang letaknya di timur Lund (karena saya kalo bawa sepeda pelan, ke kelas bisa 30-40 menit sendiri). Saya dapat ini juga beruntung sekali. Awal-awal saya daftar lewat LU Accomodation, tidak dapat tempat. Lalu saya ikut lottery-nya AF Bostader, dapat urutan tinggu hampir nomor 2000. Saya pikir, waduh, tidak akan dapat rumah kalau begini caranya.

Sebulan sebelum keberangkatan, saya belum punya rumah juga. Ini memang lazim terjadi di Lund, karena severe shortage of accomodation. Jadi waktu itu saya cari dan hubungi orang-orang Indonesia yang tinggal di Lund, dan tanya apa ada yang tau info rumah. Untungnya, satu orang Indonesia yang sekarang belajar di Lund, akan exchange ke Taiwan semester yang sama saat saya di Lund. Walaupun beliau exchange hanya satu semester, sementara saya di Lund dua semester, paling tidak saya punya tempat tinggal di semester pertama. Jadilah saya tinggal di Vildanden!

Saya beruntung tinggal di koridor ini, karena orang-orangnya asik dan ramah sekali. Koridor yang saya tinggali tergolong kecil, hanya 7 kamar (biasanya satu koridor ada 13 kamar). Kami sharing dapur yang terletak dekat pintu masuk. Mereka adalah teman-teman saya masak sarapan, makan siang dan makan malam. Kalau lagi musim ujian, saya sebisa mungkin menghindari orang-orang di dapur. Karena kalau sudah ngobrol, bakal lupa waktu! Paling tidak dua-tiga jam masak dan makan. Haduh. Tapi karena itu, kami jadi dekat sekali. Kami sering buat acara bersama seperti movie night, cooking session dan kami berencana untuk ke Copenhagen Christmas Market bulan November! Tidak sabar untuk travel bareng mereka!


Jadi begitulah kehidupan saya di Lund. Saya jatuh cinta dengan Lund dari awal saya datang kesini. Awalnya, karena Lund sangat mirip dengan kota tempat saya exchange waktu SMA di Lakeville, Minnesota. Jalannya, pepohonannya, bangunannya, bahkan aroma anginnya sangat mirip dengan Minnesota! (atau ini saya aja sih yang udah kangen Minnesota jadi dibuat-buat :D).

Tapi setelah tinggal beberapa lama disini, semakin saya mengerti Lund, semakin berbeda ia dengan Minnesota (kok kayak ngomongin orang gini sih ahhhaaha). Saya jadi jatuh cinta sama Lund karena keunikannya sendiri. Jatuh cinta dengan rumah-rumah mungilnya, dengan atmosfir kota yang ramah, dengan cobblestone nya. Tapi yang paling membuat saya jatuh cinta: orang-orang yang saya temui disini. Orang-orang yang membuat saya terinspirasi dan bermimpi lebih tinggi lagi.

Sekian cerita saya. Kalau ada usul mau ada tambahan info, bisa langsung kasih tau aja yaa. Hej då!

Saturday, February 4, 2017

In the middle of my sophomore year

It is my last weekend here in Beppu before I head back to Indonesia for the whole Spring Break. I have been doing countdown to the day I go home since it was still 100 days away, since I booked my ticket in November. The thing is, I haven't been home for a year since spring break last year and I miss my boyfriend everything. 

This past semester has been such a blessing for me. Well, I take that back, my whole college life has been such a blessing. I feel like I grow a lot during my time here in Japan. Especially this semester when my Japanese ability enables me to fully function in the society and getting money by not washing dishes in restaurant

Living here in Japan this one and a half year, studying, learning and working have given me a sense of responsibility and freedom. I have been paying bills by myself now, not that it is something new here since I live with two workaholic roommates who always work when they don't have school. I have been so lucky to be able to juggle everything and still enjoy every seconds to the most. This college life trains me to rely on myself as well as trusting other people. To love life even more than I already do and celebrate every twists and turns. 

The only problem is that somehow I don't have any urge to write anymore. It seems like years and years of blogging and journaling are behind me. Why is that, I don't know either. There is always something going on, and if I have some break, I would rather use it to do something else other than write. Cook, do laundry, call people, take care of this and that. I don't think it will change anytime soon :( It will take a looong time until I post something again.

Anyway. Have a good life people.

Adios.