Tuesday, May 3, 2016

tentang kamu

Di antara tatapan mata dan tautan tangan, kita berjalan mengarah matahari. Kamu yang bersuara sedalam jelaga matamu, yang menapak hati-hati di antara bebatuan sungai, mengingatkan tentang nilai-nilai bersahaja yang mungkin adalah jembatan antara kita. Kamu wujud kerja keras yang sederhana. 

Di antara kesederhaan itu, kita berdiri di bawah jeram air terjun yang tajam dan menyakitkan. Tapi apalah arti sakit sekarang jika mimpi-mimpi kita di depan sana, yang selalu kita bicarakan dengan harapan Semesta mendengar dan mengaminkan, terlalu berharga untuk dibunuh semata-mata karena rasa rindu.

Di antara kerinduan itu, selalu terselip fragmen-fragmen kecil kenangan yang menenangkan. Bunyi tapak kaki kita menuruni ratusan anak tangga menuju Tiu Kelep. Sejuknya Senaru di bawah rintik hujan. Kereta yang hampir kosong di Kamis siang menuju Cianjur. Kokohnya lenganmu melingkari pinggang mengangkatku turun dari ayunan licin di Gili Trawangan. Wajah tak percaya saat aku muncul tiba-tiba di depanmu setelah lima bulan terpisah dua negara… 

Mas Gandhi yang baik hati, selamat ulang tahun. Selamat menikmati kepusingan membagi skala prioritas, selamat bermimpi, selamat menjalani awalan mimpi-mimpi besarmu. Selamat berpahit-pahit sekarang untuk yang manis-manis kemudian. Semoga kamu selalu di jaga Tuhan dimanapun kamu berada dan apapun yang kamu lakukan sekarang. Sampai jumpa di pertemuan kita berikutnya.


No comments:

Post a Comment