Friday, April 17, 2015

how can I handle all these memories?

I swear Facebook's feature One Year Ago Today turns my morning blue and pink. Blue, knowing that we (+Joey) are most possibly won't be in one place together again. Yet pink with the sweet memory of Chicago and the knowledge that it's THERE, in my mind and my heart, undisturbed.

I remember our night stroll around Chicago. Sitting by the Great Lake of Michigan in twilight. Eating pizza close to our hotel. Being the only girl around a bunch of boys thus being the subject to tease and laugh at and protect. Our run toward the van after the visit to Field Museum, trying to get middle seat.

How exactly one expects me (and other exchange alumni) to handle all the memories from our exchange year?

Just when I thought I've got all these feelings and emotions on check, only one button to click and they are all rushing toward me again and again and again.





Monday, April 6, 2015

Mengejar Kak Anies Baswedan

Jadi minggu ini, hari Senin, Selasa dan Rabu gue ngga masuk sekolah karena ngurus aplikasi kuliah dan ngintilin Ibu ke Fasilkom untuk persiapan sidang terbuka doktoralnya. Terus hari Rabu malam di grup acara forkat dibilang kalau hari Kamis 'Pak Mentri mau dateng, pake atribut lengkap dan rapi'. Lah, ngga ngerti kan gue. Kok tiba-tiba Pak Mentri mau dateng. Mentri siapa juga -__-

Yaudah hari Kamis gue masuk tuh. Eh pas lagi belajar di kelas, tiba-tiba Buki dateng, "Eh tadi gue senyum ke Anies Baswedan terus disenyumin balik!" Anak-anak kelas pada biasa aja. Gue juga awalnya biasa aja, ga gimana-gimana gitu.

Tapi gue dan anak-anak kelas juga sempet nontonin waktu Anies Baswedan lagi di depan ruang TEY wkwkwk cuma nontonin doang dari depan kelas -_-

EH pas gue lagi buang sampah, Timi keluar dari perpus terus bilang, "Kak foto yuk sama kakak angkatan di AFS. Aku pingin banget nih foto sama Anies Baswedan! Pokoknya target kita hari ini harus foto ya,"

Terus Narisha dateng dari kelas sebelah dan pingin foto juga. Disitulah di mulai Pembuntutan Anies Baswedan oleh gue, Timi dan Narisha.

Pertama kita muterin lapangan, takut-takut gitu. Takutnya di usir apa gimana. Yaampun ternyata woles banget rombongannya. Pas kita akhirnya ke kantin karena ada kerumunan disitu aja, ternyata protokolnya lagi makan ketoprak hahahahah. Terus cuma kita doang gitu murid-murid yang ngikutin.

Long story short... Akhirnya gue, Timi dan Narisha nungguin rombongan Kak Anies (ceritanya anak AFS kan, semua orang di panggil Kakak) yang bakal lewat di depan kelas kita. Eh pas Kak Aniesnya mau lewat, Timi sama Narisha kabur -___- Gue-nya berdiri aja di lorong sendirian, terus di panggil sama Kak Anies,

Anies Baswedan: "Kamu sini, sini. Kamu kelas berapa?"
Ninis                  : "*senyum2* Kelas 12, Pak"
Anies Baswedan: "Kok ngga belajar di kelas?"
Ninis                  : "Ehm.... Nungguin Bapak hehehe. Boleh minta foto bareng ngga, Pak?"

Lalu Narisha dan Timi datang lagi terus kita foto deh. Gue tuh selama di foto udah mikir intro percakapan tentang bagaimana gue adik angkatannya Kak Anies di AFS. Tapi setelah foto, hal selanjutnya yang Kak Anies bilang adalah... Menyuruh kita masuk kelas. Lalu beliau melanjutkan perjalanan deh dengan wartawan-wartawan yang berkerumun disekelilingnya. Jadi akhirnya gue ke kelas dengan heboh ceritain ke anak-anak kelas.

Terus abis itu fotonya gue kirim ke Ibu:

Ibu   : "Kok kamu tidur di pundaknya?"
Ninis: "Biar ketularan jadi orang penting,"
Ibu   : "Amiiin"

Percakapan macam apa itu -_-
Semoga suatu saat nanti di suasana yang santai, gue bisa ngobrol dengan Kak Anies dan lebih tau perspektifnya tentang things that matter. Amiin