Saturday, January 18, 2014

Autobio Ninis

Setelah pengumuman kalo gue keterima di Smansa, gue mulai browsing ekskul-ekskul yang ada di sana. Rencana gue udah bulet banget mau aktif di SMA. Pinginnya kayak Adek Raras yang sibuk sama ekskul tarinya di 49. Pulang malem terus, walaupun itu juga bagian dari SMPnya adek yang terletak di ujung kulon dan macetnya Jakarta. Tapiii waktu itu gue iri banget ngeliat adek dan kehidupan SMPnya. Kalo denger cerita-cerita adek tentang kelasnya, Jumagul, Evectomus Biawak, sama apa ya nama kelas 9nya. Dulu itu masuk 49 impian gue banget. Tapi waktu itu nilai UN SD ngga sesuai sama passing gradenya 49, dan karena udah nyangkut di Bento, yaudah gue sekeluarga santai-santai aja liburan, ngerayain gue dapet SMP favorit di Bento. Nah di tengah-tengah liburan, waktu itu kita lagi di Cirebon, Ibu iseng buka web penerimaan siswa baru SMP di Jakarta. Daaaan ternyata jengjengjengjeng, nilai gue mencukupi untuk bisa masuk 49 lewat gelombang 2!! Bahkan waktu itu kita ngga tau ada jalur masuk yang namanya Gelombang 2. Waktu itu ibu ngeliat gue sambil bilang, 'gapapa ya mbak, smp 3 juga bagus kok. Ga kalah sama 49'. Waktu itu gue biasa-biasa aja, yang penting udah dapet sekolah yang kata orang-orang bagus.

Tapi ternyata... Singkatnya, Bento ngga seperti yang ada di bayangan gue. Gue juga ga tau sih apa yang gue bayangin dulu, tapi yang pasti... Itu bukan apa yang gue temuin di Bento. Mungkin karena faktor gue dari sekolah kecil, ditengah2 perumahan yang kenal semua anak di angkatan gue dan ngga begitu banyak drama-drama awal masa remaja. Yang ada cuma cerita-cerita persahabatan klasik masa sd yang masih bertahan sampe sekarang.

Itukan kenapa pas waktunya adek masuk SMP, gue ga ngebolehin dia daftar Bento. 'Daftar 49 aja ngelanjutin mimpi mbak Ninis'. Gue juga bilang, kalo pun 49 ga masuk, daftar Bangor aja. Ibu dulu jatuh cinta sama Bangor. Dibandingin Bento gitu ya yang gersangnya kayak padang pasir, Bangor hijaunya ibarat hutan hujan tropis wkwkwk. Adek dulu kayaknya lebih condong ke Bangor. Terusss, karena udah pengalaman di tahun gue, ibu bikin strategi supaya adek bisa masuk di 49 lewat gelombang 2, karena gelombang 1nya dia mental sama kayak gue dulu. Kita dapet kuota 5% karena dari luar kota. Ibu daftarin adek di 49 juga supaya adek ada pilihan mau sekolah di Jakarta atau di Depok. Gue terus bilang ke adek, 49 aja. SMP terbaik di Jakarta Timur.

Masuklah adek di dua sekolah itu. Pas waktunya daftar ulang... Berkas dimasukkinnya ke Bangor. Sampe hari terakhir daftar ulang pun, berkas adek masih di Bangor. Lalu sampailah kita di detik-detik penutupan pendaftaran SMP.... Dimana adek berubah pikiran. Dia mau ke 49. Kalang kabutlah orang tua gue. Ibu sama adek pergi ke 49 buat 'jagain' bangku. Gue, Bapak sama dek Angga ke Bangor buat cabut berkas. Gue inget banget ibu guru yang bantu kita ambil berkas, ngomong berkali-kali kalo banyak yang mau masuk Bangor tapi ga lolos, eeh adek malah enak banget cabut berkas. Yah mau gimana lagi bu, bukan jodoh kali wkwkwk.

Cerita beralih ke gue, yang waktu kelas 7 denger cerita dari temen yang kakaknya ikut AFS ke Jepang. Gue yang ceritanya lagi butuh sesuatu buat going through my middle school year, mulailah cari-cari info tentang AFS. Ngobrol-ngobrol sama returnee dan anak-anak AFS yang lagi dalam masa program, temenan sama mereka di FB. Pokoknya pol-polan lah. Itulah mimpi yang bikin semangat gue terus nyala dan terbang melayang-layang di angkasa wkwkwk. Itu bikin gue set goal: SMA gue harus di Jakarta. Waktu itu yang ada di kepala gue: SMA Jakarta=SMA bagus, keren, bergengsi, punya kegiatan banyak yang bikin gue aktif dan bikin gue dapet AFS. Waktu itu target utama gue SMA 28.

Gue ikut semua jalur tes yang 28 punya, tes kelas internasional sama kelas reguler. Niatnya ikut tes kelas internasional cuma buat pemanasan menghadapi tes-tes di depan. Yah, seperti yang diprediksi, gue gak lulus tes internasional wkwkwk. Gue juga dulu minta surat pengantar buat ikut tes Smada Depok. Kenapa Smada? Soalnya kata orang-orang, Smansa tuh susah banget. Gue takut, kalo gue ga masuk Jakarta tapi ga punya cadangan Depok gimana? Lalu datanglah satu waktu dimana ibu nasehatin gue, buat berani berjuang untuk yang terbaik. Smansa sekolah terbaik se-Depok, berjuang buat itu. Masalah keterima atau enggak, itu belakangan. Dulu rayuannya, liat anak-anak AFS di sekolah itu. Smansa yang alumni AFSnya bejibun sementara Smada ga ada sama sekali. Smada pun berganti Smansa.

Sementara masa-masa perjuangan mendapatkan SMA masih dalam proses, ada kejadian dimana SMA 28 bukan lagi tujuan utama. Gue waktu itu harus nganterin berkas ke 28. Sendirian naik angkot. Ga nyampe 20 menit gue di 28, terus balik lagi pulang. Tapi pas di Angkot jalan pulang, gue ngerasa... Gue ga mau kayak gini. Tiap hari di tengah-tengah macetnya Jakarta, di angkot yang penuh. Gue ga mau menghabiskan 3 tahun masa SMA dengan jadi tua di jalan. Terus waktu itu Ibu juga bujuk gue buat pertimbangin antara smansa sama 28. Gue disuruh bikin daftar perbandingan dua sekolah itu di kertas. Liat ke belakang, ke pengalaman itu, gue tau kenapa ibu bilang gitu. Mungkin karena kesempatan gue buat ke 28 itu sangat sangat tipis, dan ibu tau itu.

Yang gue tau, pas tes kelas reguler 28, gue udah yakin gue mau Smansa Depok. Gue mau sekolah disitu, jadi aktif disitu, dan meraih mimpi AFS gue disitu pula. Gue gak lolos kelas reguler 28, tapi itu ga buat gue kecewa. Gue tau kemana tujuan gue saat itu.


Friday, January 17, 2014

Story of the finals

So today is final and the school started later than usual. I went to Marijke's house around 8.20, then like usual, we picked up Keysha. After that we picked up Maddie. On the intersection to Maddie's house, there was a car and Marijke wanted to avoid the car...... And running to the snow. The car STUCK in the snow and marijke was like, 'O-ow'. Then she was like, 'guys, we have no choice'. Yep, me and Keysha had to push the car out of the snow. Keysha was like, 'what???? No way'. Hhahahahah it wasn't that cold this morning, around 25°F, but the wind made it worse. After Keysha grunting for two seconds, we were out pushing the car.... Which was not working whatsoever. Then we found out it was the front tire that stuck, so we push the front side of the car.... Which wasn't working either. We dug up the snow around the front tire and had snow inside my boots. Then we just stared at the tire for seconds....... Until somebody pull up in front of the car and willing to helped us. He said his house just around the corner and he would get a shovel for a minute. 

Theeeen, we came back inside the car while waiting for the guy to come back. My eyes were watery because of the wind. Marijke called her mom to excused us for being late and it was funny when Marijke asked about my name.

M: 'what's your last name?'
N: 'it's hard... Just say 'W''
M: 'okay, write it'
N: 'my first name is L-U-H'
M: '*staring at me* what?'
K: 'your first name is L-U-H?'
M: 'Yep. Ninis is my nickname'

Then I wrote my last name which is super long and hard to pronounce for American tongue. Hahahah so then the man came and shovel the snow around the car and there we went to school. What a story of finals.

Thursday, January 16, 2014

Terselip dalam doa

July 16th, 2013

Dear Locker,
I wish you a very happy life ahead. I thank God for having you as a friend, and gave me a chance to know you. If Lamp is really your other half, I wish you guys a happy and very long journey. I wish I have the chance to know Lamp better and is not that introvert.
Thank you for being there and listened. No, listen, because you always listen. Thank you, thank you, thank you.
I wish I have something in me more than gratitude. I’ll do what you told me. I owe you that much.
Always,
N

---------------------------------------------------------------

5 Agustus 2013

"Inget janji lo ya"
"Hah? Janji apaan?"
"Itu loh..."

----------------------------------------------------------------

Membuka kotak kenangan, dan menemukan ini. Dia yang namanya dijanjikan akan selalu terselip dalam doa.

Thursday, January 9, 2014

Winter break

Ini post udah ada dari seminggu yang lalu kali. Foto-foto hadiah yang di dapet pas natal. Ngga hasrat untuk nulis... Jadi inilah yang di dapet pas pagi natal. Rasanya senenggggg banget, pertama kali dalam hidup ini dapet hadiah segitu banyaknya. Pokoknya sayangggg banget sama mom & dad!! :* terus snowmobiling juga di hari natal. Melintasi Danau yang beku sama hutan-hutan yang udah ga berdaun lagi. Rasanya... Beruntung <3 p="">

US lagi mengalami cuaca yang dinginnya breaking the record. Last Monday, it was -60 with wind chills. Plus I'm in Minnesota which is famous for the brutal winter. And winter comes early this time. It was supposed to be January weather when it was December. 
Okay. Happy new year!