Saturday, July 13, 2013

Tentang Smansa

Tadi sore-sore sambil nunggu puncak MOPD #37, gue dan anak-anak lain duduk-duduk diatas pusgiwa yang masih puing-puing, belum ada bangunannya. Terus kita ngobrol, mau ngapain kita kalo jadi pemimpin Depok. Terus Kania bilang katanya dia mau ngerubuhin Smansa terus bikin gedung baru di tempat lain yang digabung sama sekolah lain apa ya? Pokoknya semacam itu deh. Yah langsung aja gue ga setuju. Jangan sampe Smansa dirubuhin atau sejenisnya. Terlalu banyak kenangan di tiap lorong, kelas, tangga dan sudut Smansa :'') Bahkan duduk-duduk diatas pusgiwa sore-sore sambil nikmatin udara sehabis hujan dengan pemandangan Lio dibelakang dan lapangan+sutet di depan itu... kalo dihashtagin jadi #bahagiaitusederhana wkwkwk.

Rangkaian MOPD #37 tinggal sehari lagi, dan besok acaranya demo ekskul. Kaderisasi udah di depan mata. Selesai sudah masa kepemimpinan (gue) Smansa 35 di Smansa. Rapat bulanan tinggal 2 kali lagi, regen, Sidang Umum terus puncaknya Sertijab. Ditambah katanya bakal ada semacam diklat untuk LOS baru........... Pastinya gue ngga ngerasain full prosesi itu semua. Tapi... I'm very honored to be one of Leader of Smansa 2012/2013. Maaf untuk kesalahan yang pasti gue lakuin dan kekurangan2 selama ini. I'm working on that :) Makasih Smansa #34, #35 dan #36 untuk setahun kebelakang! Dan untuk seluruh komponen Smansa, guru, mamang, satpam. Makasih Smansa untuk cerita indahnya yang mengalirrrrr kayak air dan semoga ngga akan pernah berhenti! :))


Monday, July 8, 2013

depart soon

H-19 menuju Orientasi Nasional. H-28 menuju Amerika. Cepet yah. Mimpi dari abege yang jadi kenyataan. Berawal di kelas 7-1 yang panas+sempit, Litya cerita tentang kakaknya yang lagi di Jepang setahun lewat AFS. Pulang-pulang langsung browsing info, stalking orang-orangnya, bacain cerita-ceritanya. AFS jadi mimpi masa remaja sejak itu.

Kalo liat posting-posting jadul tentang ini waktu jaman SMP, rasanya lucu wkwkwk. Kayak ini dan ini. Bahasa inggrisnya masih acakadul terus dulu ternyata mikirnya kalo ikut AFS berangkatnya pas kelas 11 hahaha.

Sebenernya kalo ditanya perasaan tuh... Ngga bisa diungkapkan, soalnya nyampur terus beda-beda tiap saat. Kadang excited bangetttt tentang Amerika, mau ngapain disana, mau kemana aja disana. Oiya terus kan sebelum berangkat kan gue karantina dulu 10 hari, nah nanti bakal ada farewell party. Itu tuh kayak persembahan terakhir 117 peserta AFS/YES se-Indonesia untuk keluarga sebelum berangkat ke negara masing-masing. Nanti kita bakal drama musikal dan latihannya cuma 5 hari! Dengan anak sebanyak itu! Dan latihan cuma malam aja karena kan siangnya acara formal. Terus gue mikir, waaaaaah pasti bakal seru bungattt. Terus kata Dwiki latihannya bisa sampe jam 3 pagi. Gilbang.

Tapiiiiii kadang juga takut. Sendirian, jadi anak orang lain di negara orang selama setahun. Setahun kan nggak sebentar. Terus ninggalin keluarga sama temen-temen disini. Ngelewatin momen-momen kebersamaan Smansa di tahun terakhir yang pastinya bakal so sweet dan dalem.................................. Tapi gue percaya great things need sacrifice :')

Kadang juga suka ngga ngerasa apa-apa. Biasa aja, kayak ngga bakal pergi jauh dalam kurang dari sebulan ini. Kadang galau kalo mikirin hostfam. Tapi sejak Ori Chapter kemarin, udah ngga galau galau lagi tentang hostfam he he he.

Some time ago I told Izmi and Nindy, maybe this is God's way to show me how much I loved by people around me. Maybe this is what it needed, what I needed, to be apart and be thousand miles away. Distance will tell you who your friends and who your friends-at-heart. Who you missed the most. Because you never know what you have until it's gone. 

And I know things would never be the same once I go and come back again.

Friday, July 5, 2013

age seventeen and twenty six days

I know time will reveal. It was a freezing afternoon, in the middle of foggy sea. The waves were blowing next to me, the wind slapped my face and the rain poured. I could barely look anywhere, the sight of the waves were enough to make me nauseous. I had no choice but close my eyes and have to imagine anything unless I want to drain my hull dry.

your images instantly flashed before my eyes. Rewind our moments, showing the feature of your face, replay our conversations. They were enough to pull me to the depth. Distraction, imagination.

I'm sitting in the bay. The pine trees are standing there, close, but somehow so far with the shallow sea between us. It is the first truth, before the other truth yet to come.

sometimes I'm scared of my own feeling. I could overcome it though. Faith, they said. I believe time will reveal everything.

 yes, I believe there are somebody, fated to be my hostmom, fated to sit behind me everyday in US History class, or merely the guy who drive the bus I will have to take everyday in my hostcountry.