Saturday, December 31, 2011

new year's eve flirtations

SATU JAM LAGI KITA AKAN MEMASUKI TAHUN 2012............................ *jengjeng*

Jadi di malam tahun baru ini, gue duduk di Bali Buddy sambil dengerin suara terompet dan petasan yang mega berisik itu. Ubud pada malam tahun baru mungkin ngga seliar Kuta, tapi tetep aja kemanapun mata memandang di jalan utama pasti orang2 pada minum bir dan mabok2an dan bule2 yang lalu lalang sambil make topi warna-warni yang dijual di jalan dan terompet2.

Beberapa saat yang lalu gue muter2 sama mbak yanti cari makanan, yang mana syusyah banget dicari karena dimana-mana habis. Pada tahun baruan lah yaaa, gue malah muter2 nyari makanan -_- terus akhirnya gue ketemu tukang sate di jalan abiansemal raya. Tukang satenya itu dikerumuni orang2 sana yang pada main petasan dari plastik, dan itu tuh SUPER BERISIK. The only entertainment I got was this boy around my age, because mbak yanti was too busy cover her ears -,-

First, I chit-chat with the mas sate-nya, and then this boy came out of nowhere (halah) spoke in Balinese with the mas sate, which I understand a little that he was trying to dug information about me. I was careless at first, knowing he was just the boy in street playing with his friends to celebrate new year's eve. But the second I looked at him, it struck me, he was sooooooooooooooooooo damn cute. Like, the cutest boy I've ever seen in this village. And he tried to talk to me in a language I don't understand, and looked at me sheepishly. It was so foolish because he tried over and over again to talk to me both in Indonesian and Balinese and I was only smiled at him. And then he flirted a little, but I'm still the Smansa student and a part of the student-council. But what could I do!?!?! I ask you if the cutest boy, the kind of country-boy cute, flirted with you and it was new year's eve and the atmosphere was supporting, what could you do!?!?!? Only smile and answer with jokes, that's what you could do.

He asked some questions about me which I couldn't answer because we're living so near to each other. I think if there was a village ceremony in Lodtunduh and I attended, I will meet him eventually. But the little moment of flirtations was so foolish and we both acted so silly and it was a good memory to remember about my new year's eve hahahahahahahah

TIGA PULUH MENIT MENUJU TAHUN 2012.................................................... *tet teret teret*

Keep Calm and Stay Sweet

Because life is always been bitter and sweet in every angle possible

Thursday, December 29, 2011

been 6 months Smansa-struck!

Tiga langkah awal yang memulai lembar kehidupan gue menjadi Si Batik Merah: MOPD, Pasukan 17an dan MPK/OSIS. 

Setahun yang lalu, siapa yang nyangka gue bisa nyangkut di Smansa?
Setahun yang lalu, siapa yang nyangka gue bisa seseneng ini?
Dan gue lebih seneng lagi sekarang bisa membuktikan kata2 Albeth itu benar
Setahun yang lalu Albeth nyeletuk, "Sekarang lo sedih-sedih, biarin aja. Nanti suatu saat di masa depan lo bakal seneng terus"
Mungkin gue ngga 'seneng terus' kayak yang Albeth bilang, tapi paling ngga kehidupan gue sekarang lebih banyak kabut bahagianya daripada kabut sedihnya. Setiap gue inget satu kekurangan, pasti selalu muncul berbagai macam kelebihan yang bikin gue bersyukur :)

Gimana enam bulan awal kehidupan di Smansa?
Satu kata: priceless. Dari kata itu diiringi kata2 lain; awesome, wonderstruck, sweet, emotional...

  • GARUDA (lomba 17an Smansa)

  • Ifthor2
X-4 Danau Toba :*
cirrus (ekskul jurnalistik)
CAPAS XXI

  • Liga Smansa
pertandingan kedua xevenovica dan gue ngga nonton gara2 rapat bulanan :(


Flashback blog ini di bulan desember tahun lalu, di salah satu blogpost, gue nulis, "Intinya, gue pingin masuk sekolah, yang ngga cuma bergengsi loh (yaampun amiiin gue masuk sekolah bergengsi!!!) tapi juga sesuai sama kemampuan gue. Ngga cuma sekolah dimana yg gue banggain, tapi gue sebagai muridnya juga bisa membanggakan sekolah!"

Hhh, gue tau gue mampu di Smansa. Emang setan-setan lagi gentayangin gue satu semester ini yang bikin nilai drop dan orang tua gue geleng-geleng kepala. Dan gue juga pingiiiiiinn banget banggain Smansa, kayak di  twitnya SAS fm "Jangan cuma bangga jadi anak Smansa, bikin bangga Smansa juga punya lo". Semoga semester depan gue berubah, amiiiiiiiiiiin. 

Roller-coaster kehidupan, teman. Kadang naiiiik, kadang turun. Kadang pingin muntah, kadang berseri-seri ngeliat pemandangan. Bersyukur roller-coaster kehidupan kali ini lebih berwarna :)


Ciao!

Wednesday, December 28, 2011

Kisah Pohon dan Sally Sendiri

Aku berdiri, paling tinggi, diatas padang ilalang yang luas sampai kau tak bisa melihat ada apa di ujung sana. Aku berdiri, sendiri, dengan ilalang-ilalang menggelitiki batangku kalau temanku Si Angin datang mengunjungi. Aku berdiri sudah lama, sudah kulewati hujan badai yang merusak dan kemarau panjang yang membuat teman-teman kecilku menjadi kering dan ringkih. Aku berdiri mengikuti gravitasi, daun-daunku mencinta matahari dan akar-akarku mendamba inti bumi.

Aku sendirian, tak ada saudara yang tumbuh berbagi lahan denganku. Tak ada yang berbagi denganku kala duka, tak ada yang pernah menanyaiku apa aku mau seperti ini.

Mengapa aku tak punya bunga seperti pohon nun jauh disana? Kala matahari bersinar siang hari dan hujan turun menyuburkan di malam hari, bunga-bunganya bermekaran warna-warni membuatku iri.
Mengapa aku tak punya daun-daun hijau sehat dan dahan kokoh seperti pohon di seberang bukit sana? Daunku kecil-kecil dan dahannya tak bisa menahan derasnya air hujan kalau manusia mau berteduh.

Satu hari, di tengah kesendirianku pada siang yang terik itu, Sally datang. Ia sendirian seperti biasa. Kadang Sally membaca buku sambil bersandar di dahanku. Kadang ia hanya berdiri mengamati ilalang yang menari diterpa angin. Kadang ia mengajakku berbicara, dengan matanya yang menerawang jauh.

"Kenapa ia pergi?" Sally bertanya.
"Mengapa ia tak pernah kembali?"

Lalu, Sally akan menangis sambil memegang batangku. Mungkin untuk menahannya bila ia jatuh, mungkin untuk membantunya kala ia goyah dan tak tahan lagi. Ia selalu datang padaku untuk menangis dan bertanya tentang hal yang sama setiap kalinya. Tapi aku bisa apa? Aku hanya bisa meminta tolong Si Angin meniupkan udara semilir, dan Si Burung mendendangkan lagu tenang.

Waktu malam, saat pecalang desa berpatroli melewati padang ilalang, ia duduk dibawahku sambil mendengarkan radio. Dari kotak itu, satu lagu mengalun mengiringi dinginnya malam

Sally kau selalu sendiri
Sampai kapanpun sendiri
Hingga kau lelah menanti
Hingga kau lelah menangis

...


Monday, December 19, 2011

coretan akibat diary ketinggalan

Browsing malem2, keinget satu hal yang terjadi setelah UTS, dan tiba2 terlintas di kepala, "Gue terlalu ambisius. Gue terlalu... terlalu". Gue pingin sempurna tapi malah jadi ngga blend in.

Sebel, kenapa harus lupa bawa diary!? Akhirnya nulis di blog yg pastinya ngga bisa leluasa. Padahal biasanya selalu dibawa kemana2, liburan sekalipun :(

Thursday, December 15, 2011

One time, about us

I watched the wave crashed along the shore. Remembered the beginning of my life in this small, priceless place I'd dreamed of all of my life, without even realizing it. Then I read this post, about something I couldn't keep. About them in the past, about us now. It freaks hella out of me. Did she really mean what she wrote? It screamed the deep of the bond, the meaning of what I don't feel right now about them.

One time, in the past, that kind of feeling came fast as the togetherness we build grew stronger and tighter. With time, it had gone... Just gone, whoosh by the wind. As fast as how it came. I felt... clueless. I don't know what the heck am I gonna do with all the sudden change. I felt uncomfortable being surrounded by the crowd I don't really recognize anymore, but I have responsibility of any seed I planted in that place.

We shouted about relation that we have. But don't you realize, you don't even feel that way toward me. Neither do I. It is matter-of-fact neither both of our side could deny.

I want to feel that kind of belonging. For heaven's sake, I want! But this time, that kind of feeling won't come as easy as how it used to be. I've opened my heart, but could you all just help me? I can't be forced, even with the pressure so high I'll stand still to what I really feel. What I really am behind any mask I wear.

Tuesday, December 13, 2011

aksi reaksi

BESOK gue udah berangkat ke Bali. Udah kebayang naik sepeda nyusurin pematang sawah di belakang rumah, jalan kaki sepanjang jalan monkey forest, berkunjung ke daerah2 lain kalo lagi bosen di Ubud, duduk berjam2 baca buku sambil minum ice blend di toko bukunya Bapak, nongkrong di Puri Ubud sore2 sambil ngeliatin bule2 lalu lalang...

Apalagi sebelum pulang ke Depok nanti bakal mampir Jogja dulu. Ngga sabar keliling2 kota nyari spot foto yang bagus sama Adek, ngunjungin UGM yang (semoga) akan jadi tempat kuliah gue beberapa tahun lagi. Bahkan gue udah kebayang satu puisi tentang Jogja, walaupun gue belum disana. Demi Tuhan, liburan aja belum mulai sebenernya -,-

Tapiiii, banyak banget yang gue korbanin untuk liburan 23 hari itu. Diklat PASKIBRA, kegiatan2 seksi charity untuk AKSI, dan kegiatan2 yang bakal dilakuin seksi humas untuk buku tahunan angkatan 33. Ngga kebayang berapa banyak rapat yang gue skip, dan diklat paskibra yang akan meninggalkan gue jadi capas sendiri.......................... Sementara temen2 lain udah resmi jadi PASKIBRA.

Sama aja kayak aksi = reaksi. Gue dapat liburan asik, tapi gue juga ngelepas kegiatan2 yang AMAT SANGAT pingin gue ikutin. Kalo pas SMP, mungkin gue bisa biasa aja. Tapi ini SMA, masa dimana setiap kegiatan itu penting dan setiap waktunya itu berarti. Phewww rempong ye.

Oiya blog gue berulang tahun yang ke-2 beberapa hari yang lalu!!!!!! Ngga kerasa udah dua tahun blogging. Semoga gue dikasih umur panjang untuk bisa blogging lagi tahun2 kedepan :D

Caw!

Monday, December 12, 2011

Hey, Cantoco!

Gimana kalo kita semua ikut ke Cilember? Gimana kalo buku Sekom C namanya Cantoco's Memory Capsule? Gimana kalo baju kita nanti warna biru-emas? Gimana? Gimana? Gimana?

Tadi siang rapbul dan sekarang lagi ngerjain notulen yang harus dikebut sebelum berangkat ke Bali lusa depan. Seribu satu ide pun bermunculan buat Keluarga Cantoco.

Ada empat cinta yang takkan pernah habis...
Yang pertama cinta kepada Tuhan
Yang kedua cinta kepada orangtua
Yang ketiga cinta kepada bangsa
Yang keempat Cinta Cantoco

Sunday, December 11, 2011

UAS: Ujian Agak Serius

Besok itu hari terakhir UAS, dan emang kerasa banget beda hawanya sama UTS. Dari seminggu yang lalu itu gue udah nyicil2 pelajaran, terutama pelajaran IPS kayak sosiologi, sejarah, pkn, dkk. Pas UTS mana kepikiran mau belajar seminggu sebelumnya. Terus beberapa pelajaran, kalo pas UTS nilainya jelek, di UAS ini gue optimis nilai bagus. Gue jadi inget salah satu bualan di tumblrnya Smansa: "UTS: Ujian Tidak Serius, kalo UAS: Ujian Agak Serius". Hwahahaha

Walaupun gue udah belajar rajin, tetep aja masih 'agak' serius. Kenapa? Soalnya selama UAS ini waktunya pulang sekolah bukannya langsung pulang dan belajar, gue seringnya malah jalan2! Pas besoknya UAS Kimia, gue nemenin Rezky ke margo. Bilangnya sih 'Gue mau beli buku kimia', tapi akhirnya ya kita kongkow juga keliling2 margo. 

Terus pas besoknya UAS Fisika, gue malah nonton Breaking Dawn sama Nicha. Udah gitu koplak banget lagi awalnya. Gue kan lagi di angkot sama Adzra & Andini. Pas di perempatan Gunadarma, Nicha sms ngajak jalan saat itu juga. Jadilah gue turun dan balik lagi ke Margonda. Sebelum gue turun, Andini sama Adzra tuh yang "Nis, besok Fisika sama Sosiologi, Nis. Fisika sama Sosiologi", tapi gue cuma nyengir doang hahahahahahaha -_-v
batik smanti dan smansa :3

Terus gue sama Adzra dan Cika sempet berkunjung ke Takarajima. Niat awalnya pingin nyobain sushi, tapi sesuai sama mottonya, Takarajima emang rasa Indonesia banget. Sushi yang kita pesen itu yang satu rasa kebab, yang satu rasa arem2. Besoknya si Adzra ngomong, "Aku ngga mau ke Takarajima lagi, sama aja kayak makan lemper." HAHAHAHAHAHAAH ADZRAAAAA


Adzra galau abis makan lemper kemahalan

Friday, December 2, 2011

How did I get into this mess? What did I think in the first place? WHAT?! -_-

ring, ring, ring

Hasn't anyone heard the bell yet? It's like a lamp that turned on above your head.
Hasn't anyone realized yet? It was so obvious and we were just pretending everything is okay

I'm a pro, I guess. I wouldn't call it suffering. I would just call it... mature.

Self-motivation, you know. Yeah, whatever you like, Nis.