Thursday, October 27, 2011

saya rindu

Ngga ada cerita yang perlu diceritakan, karena dalam perjalanan pulang ke Depok pun udah ada rasa itu : saya rindu Cilember dan diklat pepala.


Saya rindu mendaki bukit, menjadi yang pertama sampai di puncak dan membantu kakak-kakak untuk naik. 


Saya rindu berteduh di bawah dua ponco, berenam dengan para senior, di tanjakan berbatu yang licin. Mendengarkan mereka bersenda gurau sambil mengintip melalui celah-celah, melihat ranting-ranting diatas kepala dengan gerimis mengalir disela-selanya.


Saya rindu ngerumpi dengan kakak-kakak di tenda yang banjir dan tidak nyaman sambil menunggu hujan di luar.


Saya rindu banyolan kita saat berjuang menembus hutan dan bebatuan, nyanyian kita, teriakan kita...


Saya rindu rasa itu, saat air terjun yang kita cari akhirnya ketemu. Dan betapa berharganya kesusahan yang kita lewati, karena air terjunnya semakin tinggi, semakin indah.


Saya rindu rasa damai saat bangun tidur kala itu, tahu bahwa pagi akan dilewati dengan mendaki lagi, dengan cuci muka langsung dari mata air, dengan melihat barisan pohon2 tinggi berkabut saat keluar dari tenda.


Saya rindu berdiri dan melompat diantara batu-batu besar di bawah air terjun, merasakan dinginnya air di kaki telanjang, meminum air langsung dari sumbernya.


Saya rindu rasa hangat yang ada saat kakak alumni memasangkan slayer pepala sambil menyanyikan lagu Syukur, tanda bahwa kita sudah resmi jadi angggota pepala


Saya rindu berdiri di tepi jurang dan berkata dalam hati, "Aku bisa mendaki sampai sejauh ini. Aku pasti bisa mendaki lebih jauh lagi"


Saya rindu tawa itu, momen itu.


Saya rindu Cilember juga diklat pepala.








Wednesday, October 26, 2011

Duh

Rasanya gue pingin nangis tau ngga. Mencurahkan hati gitu ceritanya. Sebenernya ngga perlu nangis juga, tapi gue bingung pelampiasan apa lagi. Gue juga lagi ngga mood nulis diary. Tau ah, ngga keluar2 juga nangisnya.

Gue pingin cepet selesai, sekaligus berharap ngga selesai.

Gue tau pasti ada aja benturan kepribadian. Hal biasa untuk sebuah perkumpulan, apalagi gue ikut banyak perkumpulan. Yah... pokoknya gue lagi ngerasa kesel hari ini. Banyak orang ngga sadar kalo hal kecil yang mereka lakuin itu nyusahin orang lain. Mungkin kalo gue ceritain ke orang lain juga mereka mikirnya itu cuma masalah sepele, ngga perlu dipermasalahin. Tapi beneran deh, hal-hal sepele itu kadang yang jadi bibit masalah besar.

Gue ngga ngerti dari kapan ini blog jadi diary online gue. Perasaan dulu nulis diary disini kadang2 doang. Sekarang satu page isinya blogpost2 curhat. Tau ah, blog juga blog gue.

Tau ah, sebel gue.

O iya, maaf ya buat semua orang yang ngerasa susah karena hal-hal kecil yang gue lakuin. Gue tau gue nyusahin, pokoknya maaf ya.

Monday, October 17, 2011

Curhat

Gue segan. Ngga tau kenapa. Mungkin karena terlalu imut.



Blog post ngga mutu. Skip.
"Pas lo SMA, lo pasti lebih milih jalan sama temen2 sekolah lo daripada yang lain" - Kak Bunga, setahun yang lalu

that's the way you see it

Kalau kamu menganggap itu membosankan, maka itu akan membosankan. Kalau kamu menerima itu dengan hati ringan, maka semuanya menjadi mudah. Tergantung bagaimana kamu melihat hal-hal, itulah yang akan kamu rasakan.

Karena itu, nikmatilah, kawan. Nikmati setiap waktu berkumpul. Rasakan dongkolnya, takut, segan, gembira, tertawa. Karena semua hal hanya terjadi satu kali. Mencoba untuk mengulang di tempat dan tokoh yang sama pun rasanya akan berbeda. Percaya, kenangan itu seperti yang Jean Bodin bilang tentang negara, abadi. Mungkin kalau ada mesin waktu suatu saat nanti, rasanya pingin balik lagi ke masa2 tertentu. Tapi sayang punya hidup kalau cuma untuk balik lagi ke masa lalu. Padahal (saya) masih muda.

Makanya punya diary, buat menyimpan kenangan2 berharga itu (edisi bimbim). Beneran deh, baca ulang diary itu moodbooster banget. Baca ulang kejadian lucu sama temen2, ulang tahun2 yang (rasanya) ngga terlalu berarti, padahal sebenernya banyak hal2 kecil yang konyol di hari itu. Pas kita nulis diary, kita me-freeze waktu. Yah, paling ngga buat gue sih.

Apalagi yang paling asyik itu nyari diary baru. Diary SMP udah saatnya tutup buku, nyari diary SMA. Dan itu asyik :p #agaktijel

yaudahlah, siap2 buat smansa games besok. Se-ma-ngat!

Saturday, October 15, 2011

Dasar PHP!

Setelah pertemuan Capas di pinggir lapangan yang dipenuhi teriakan dan tangisan karena nilai matematika baru aja keluar dan banyak yang jelek, lalu gue pun berlari buat ngeliat nilai gue dengan perasaan ringan karena tau nilai gue bakal jelek.

Gue : (Nyari nama dan nilai) YESSS GUE 80!!!!!!!!!!!!!!!! (Ngga percaya) Eh, masasih gue 80? (ngurutin nama dan nilai lagi) YAAAAH yang 80 bawah gue si Lusti, gue 40.

Bzzzzzzzz dasar PHP

Wednesday, October 12, 2011

Sekarang gue disini, main internet, nulis blog. Padahal masih UTS dan besok sejarah diikuti dengan ekonomi. Semangat belajar gue turun. Kayaknya gue udah capek pelajarin 17 mata pelajaran, ditambah ada nilai KKM. Mau ngga mau semua pelajaran harus serius. Tapi kenyataannya bukannya belajar gue malah ngelakuin hal lain kalo malem. Baca majalah, ngelukis, nonton video. Ngga ada keinginan buat buka buku.

Gue dalam fase ngga peduli sama sekali sama nilai. Mau rendah kek, mau remedial kek. Gue sekarang cuma ngandalin kemampuan mengingat gue yang cepet. Jadi, kalo temen2 saling tanya jawab pelajaran yang bakal ulangan, gue modal dengerin mereka. Gue tau itu ngga cukup, tapi demi Tuhan, gue capek. 

Di depan gue sekarang ada penjurusan, nilai rapot untuk snmptn undangan, yang nentuin gimana dan dimana kuliah kita nanti. Gue ngga sabar penjurusan. Gue ngga sabar pengurangan mata pelajaran. Paling ngga di jurusan yang gue pingin, pelajarannya banyak yg gue suka. Walaupun masih ada pelajaran nyebelin nyempil. 

Gue pingin refresh pikiran dan tenaga. Tapi liburan masih tiga bulan lagi.... 

Kata orang masa SMA itu awal untuk menentukan masa depan. Gue tau, gue sadar. Lagipula gue ngga akan terus2an kayak gini, kok. Tuhan punya rencana, begitu juga gue. Paling ngga sekarang gue pingin jalanin ketidakpedulian ini, mumpung masih bisa~


Sunday, October 2, 2011

Pieces of Conversations from September 2011

"Ninis kamu kenapa sih sekarang jadi diem? Kamu jadi pendiem sekarang, duduk di pojok terus"
"Masa sih? Aku lagi sibuk aja, tugas2 banyak banget sekarang"
"Tugas apa?"
30 September, 2011, pojokan xevenovica

It's nice to have a friend that cared about you in tiny little details and show it.

----------------------------------------------


Bu Tari : "Itu siapa yang duduk di sebelah Yose?"
Sekelas : "Abdi, Buu"
Bu Tari : "Oh, Abdi. Abdi kan saya"
Abdi : "Abdi kan saya, kenapa jadi Ibu?"
Sekelas : "*meledak ketawa*"
22 September 2011, pelajaran sosiologi, xevenovica




----------------------------------------------


Eka : "tadi masa gua lomba di 8 trus smansa depok ada juga...langsung galau"
Ninis : "semoga aja di perlombaan selanjutnya kita bisa ketemu yaa"
Eka : "segitu pinginnya lo ketemu guee :p"
Ninis : "lo kan trmasuk tokoh di bagian akhir episode perjuangan masuk smansa"
Eka : "hhhhh udahlaahh udah masa lalu"


18 September 2011, chat facebook


Semoga kita bisa ketemu lagi Eka! Dua hari tes masuk Smansa yang memorable.

----------------------------------------------


"Aku kenal kamu dari MOPD. Aku percaya kamu komitmen di MPOS ini. Kalau kamu ngga diajak, jangan diem aja. Aktif"
"*angguk**sesenggukan*"
18 September 2011, LDK MPK/OSIS 11/12, lapangan Smansa


Walaupun dengan penutup mata, nangis hebat, gue bisa ngenalin suara itu. Pesan dan suaranya yang bikin nangisnya tambah hebat.