Monday, May 30, 2011

Jika Saya Menjadi Menteri Perhubungan

           Hal yang akan saya lakukan jika menjadi Menteri Perhubungan diantaranya memperbaiki maskot pariwisata Indonesia, Bali. Bali terkenal dengan kebudayaannya. Tetapi, sarana umum di Bali kurang menunjang pulau itu sebagai tempat plesir. Contoh nyatanya adalah ketiadaan angkutan umum sehingga turis harus menyewa kendaraan untuk bepergian dan menyebabkan kemacetan.
          Maka dari itu bagian dari program saya adalah membangun transportasi umum di Bali. Saya akan mengadakan proyek monorail kecil seperti di Taman Mini Indonesia Indah. Dimulai di Bandara Internasional Ngurah Rai menghubungkan ke berbagai tempat terkenal seperti Ubud, Denpasar, Kuta dan lain-lain. Diharapkan dengan pembangunan itu, turis-turis menjadi lebih mudah dan nyaman plesiran sekaligus mengurangi pemakaian kendaraan bermotor.
         Hal lain yang tidak kalah penting adalah infrastruktur jalan. Seperti trotoar yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pariwisata tetapi seringnya diabaikan. Trotoar di Bali banyak yang rusak padahal dimana lagi turis bisa berjalan-jalan dan menikmati Bali jika tempat untuk berjalan saja tidak ada?
        Tentunya perbaikan trotoar dan jalan juga dibarengi dengan pembetulan drainase. Setelah hujan pasti banyak ditemukan genangan air yang mendekati banjir. Tentu itu bukan pemandangan yang ingin dilihat para pelancong. Drainase akan diperbaiki sehingga keindahan juga keteraturan pengairan sejalan.
         Dari Bali, program ini juga akan diterapkan ke daerah penting lain seperti Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, dan Medan. Diharapkan dengan adanya program ini turis merasa nyaman dan kembali lagi sehingga meningkatkan devisa untuk negara.

Thursday, May 26, 2011

I stand to what I want

I wry to the darkened sky
Bizarre, isn't it? How the world's conspiration against you
When you feel like everything goes right, there's always, ALWAYS bad things come
Oh wait, it's not the world's conspiration. It's life
Silly me, to grow a wish though I know it will never come
Silly me, still shed a tear though I know I have more than my life to gratitude


And I am more than silly to still thinking about the other way I could get that thing
As if all the wept means nothing


Yeah, as if I could forget things I want easily

Saturday, May 21, 2011

hola Bali

Kuta, sunny christmas 2010

Proyek iseng di SMA olimpiade, well meet you in a week... And wish me lotsa luck

Friday, May 20, 2011

Bento Graduation!

        Perpisahan Bento kemaren diadain di Bumi Wiyata. Agak garing hiburannya. Dari awal sampe akhir cuma nyanyi2. Ada satu tarian sih. Performance yang paling bagus menurut gue itu akustikannya Bagus dan Alvin. Komentar Ibu gue "Paling ngga pilihan lagu mereka berkelas" hahahaha soalnya mereka akustikan lagu kesukaan Ibu gue yang penyanyinya Eric Clayton terus satu lagi lagunya Gramedia.
       Tapi kalo keseluruhan acaranya sih ngga begitu garing kayak pengisi acara. Soalnya gue ngga perhatiin panggung. Sepanjang acara gue ngobrol2, foto2 atau bolak-balik toilet bzzzzt. Gue disana sampe acara abis cuma buat nungguin performance 96! Gedungnya udah kosong setengah, kebanyakan pada pulang setelah penyerahan medali. Tapi diakhir2 acara ada masalah gitu deeeh sama ormas vs panitia. Jadi guenya langsung capcus ke emak gue yang ngungsi makan bebek ke restoran sebelah bumi wiyata ahahaha. Oh ya makasih banyak buat Ibu yang udah nemenin dari awal sampe akhir tanpa ngeluh! Padahal  nontonin panggung yang cuma gonjrang-gonjreng ngga jelas dan sound system nya ngga enak didengar pula, tapi tetep disana :)
Kebaya, sepatu, make-up baru siap sehari sebelum perpisahan. Kilat!


Nichachuu
Alvin and Bagus accoustic

Ibuuu


The 96

Sebenernya gue suka banget pake seragam SMP. Karena SMP itu bukan anak kecil kayak SD, tapi juga ngga terlalu dewasa kayak anak SMA. Makanya setiap ke bank pasti langsung dari sekolah, soalnya bangga aja keliatan anak SMP hahahahah. Terus kalo duduk di lantai di Gramedia, foto2 di tempat rame, mikirnya "ah orang2 juga mikir kita masih kecil. Pake seragam ini" ;D 
Yaaah guess that period is over soon. Kapan gue masih seragam SMP lagi? hmm, lets count in; ke sekolah hari senin dan selasa untuk minta surat keterangan, tes tpa smansa, tes tpa foursma... Berapa kali lagi? sekitar enam kali. So don't get me wrong if I wander around until night in my uniform, I'm just going to miss that so much

Thursday, May 19, 2011

Pasca-UN

Sesuai dengan keinginan gue pasca-UN yaitu pergi terus, jadi yaa begitu. Gue pergi terus (ngga niat nulis)


#1st Act = Kota Tua
Nyari buku2 bekas di Kota Tua, tepatnya di Pasar Asemka bareng Tia. Karena tempat lapak2nya susah banget dijangkau, jadi akhirnya gue sama Tia jalan2 aja di sekitar situ -_-





#2nd Act = Perpustakaan UI
Nyari tempat belajar yg tenang asal ngga di rumah. Karena kalo di rumah bawaannya baca novel, tidur atau main internet -_-z


3rd Act = Tes SMA 28
Tesnya di SMA Suluh, karena di 28 nya ngga muat hahahah -.- Sendirian di Suluh! Fita di 28 sementara Dina di Sumbangsih. Jadi abis nyari kenalan. Gue kenalan sama anak Sekolah Indonesia Bangkok namanya Vira. Ngobrol2 tentang hidup dia di Bangkok sana jauh dari orang tua. Anaknya asik deh :D

sebelum bel kerjaannya ngeliatin murid2 lain. Ngga bakal ketauan ngeliatin karena kacanya gelap dari luar 

SMA Suluh

4th Act = Traktiran Nicha
Yang tertera dalam post gue sebelumnya, tapi sampe sekarang belum gue kasih kadonya. Lupa mulu! Minggu depan aja ya Cha ;)



#5th Act = Bolang after Psikotes Smansa with Acha
Jadi kan pertama2nya Acha ngajakin ke sushi nest. Udah nyampe depan sushi nest tuh, ehh tutup. Akhirnya kita jalan ke Takarajima deket jalan sawo. Abis itu Acha beli dvd di kober terus ke Gramedia sampe sore :D Kalo gue nya sampe malem, seperti biasa numpang baca buku kkkkk

Takarajima Resto

the first real sushi I've ever eaten -__-


koberrr

#6th Act = Belajar belajar belajarrrr
Belajar sampe mabok di rumahnya Tia. Dan gue baru tau dia punya kerabat masih bayi lucu bangeeetttsss. Selama ini kan kalo gue ke rumahnya ketemunya cuma sama Nesya yg waktu bayi suka gue gendong2 tapi sekarang dia udah besar 


April in my arm :p


#7th Act = PERPISAHAAANN!!!
Acaranya tadi siang. More quality photos later and details later, di bawah ini foto2 dari hape gue duluuuu

Nichachachacha

Nawaang, currently buddy hahahah

Seven grade buddies 

seven grade buddies 
Megaaa

Wish me luck for SMANSA entrance test the day after tomorrow! :) keeping up with me lateeeer






Thursday, May 12, 2011

Happy Birthday Nicha!

Selamat ulang tahun Nicha yang ke 15! Semoga bisa dapet Smanti, jadi dokter bedah, terus kalo nikah undang2 yaw! ahahhhahahahha

Makin cantik, pinter, dewasa, dan menyenangkan! Semoga kita bisa ketemu lagi di ulang tahun lo yang ke 16 :*

Nicha sore ini di danau salam

Friday, May 6, 2011

wavin in my mind right now

'Some people think that the physical thing define what's within.
And I've been there before, but that life's a bore. So full of a superficial' -If I Ain't Got You

Kalo ngomongin selera orang, pasti beda-beda ya. Menurut kita ini jelek, yang lain bilang ini bagus, atau biasa aja. Si itu tergila-gila sama si ini, tapi yang lain heran padahal dia 'ngga setara'. Mungkin emang dari luar ngga setara, tapi mungkin dia lucu. Atau baik hati, ngga sombong dan rajin menabung. Mungkin dia rendah hati. Dalamnya hati orang siapa yang tau? :p


Thursday, May 5, 2011

Late March Early May

My favorite things : long-lasting friendship, books and hang-out

padang ilalang pinggir jalan baru :)

chairmate kelas 7 : achaaa

Nicha around the corner

Bento kala hujan

I love Depok with all it offered

Joy is in the air! ^^

Hari Terakhir

Yang gue lakuin tadi di sekolah cuma ambil gambar temen-temen. Karena kemungkinan ini bakal jadi hari terakhir gue ke sekolah dengan niat 'sekolah'. Bukannya nanda tanganin ijazah, ambil nilai UN, atau semacamnya. 

Kenapa bau SMA ngga begitu kecium sekarang? Kayaknya gue memanipulasi perasaan itu deh.

foto upacara terakhir gue di SMP

Sunday, May 1, 2011

Kalo Gue Jadi Menteri Perdagangan

            Kalo gue jadi Menteri Perdagangan, gue akan membatasi pengadaan minimarket-supermarket asing kayak yang dilakuin Dirjen Pajak ke film-film asing. Masalahnya, minimarket-supermarket itu udah terlalu banyak dan malah jadi ancaman disini.
            Ambil contoh Indomaret. Indomaret kalo diitung-itung ada lima di Jalan Akses UI. LIMA! Lo bayangin, kalo Indomaret bersanding sama warung kecil. Lebih milih ke Indomaret kan? Itu secara langsung mematikan usaha rakyat kecil. Kalo ada lima Indomaret di satu jalan, ada berapa warung kecil yang nanggung rugi.
           Sebelum ada Indomaret di depan perumahan gue, orang-orang -terutama tetangga sekitar- beli kebutuhan sehari-hari di warung depan yang udah berdiri dari gue masih awal-awal SD. Sejak ada Indomaret, kalo gue lewat situ pasti warungnya sepiii. Kadang gue mampir buat beli jajanan. Mungkin karena sepi itu jadi barang dagangannya juga ngga terlalu beragam. Karena barang dagangannya ngga terlalu beragam makanya sepi. Jadi berputar disitu kayak lingkaran setan.
          Emang sih keberadaan Indomaret lebih menghemat waktu dan tenaga karena dekat. Dulu, kalo misalnya gue mau beli barang tapi ngga ada di warung, gue harus naik ojek atau sepeda ke pasar yang jaraknya paling satu kilo dari rumah gue. Tapi uang yang gue kasih mengalir dan berputar ke masyarakat lokal. Bukan ke pemilik franchise itu yang emang udah kaya raya.
          Pemerintah bisa bikin peraturan misalnya pengadaan minimarket kayak Indomaret atau Alfamart maksimal tiga di satu jalan dengan jarak satu dengan yang lainnya minimal tiga kilometer. Atau pembangunan Indomaret ngga boleh dekat-dekat dengan warung penduduk yang menjual produk sejenis. Berlaku juga sama supermarket macam Giant yang ngga boleh dekat-dekat sama pasar tradisional. Bisa diterima kan?
          Tapi juga ini ngga terlepas dari sisi negatifnya. Misalnya, yaaah seperti semua permasalahan ekonomi selalu berujung, pengangguran. Kalo satu minimarket isinya lima pegawai, berapa yang bakal menganggur. Lebih banyak lagi di supermarket yang memperkerjakan puluhan pegawai. Juga siswa-siswi kejuruan yang magang di sana.
          Ribet emang jadi Pemerintah. Belum pengaturan negara yang emang udah berantakan. Belum lagi protes masyarakat dari sana-sini. Tapi gue ngerti kok semua peraturan dibuat berdasarkan kepentingan masyarakat. Makanya gue pernah marah banget waktu satu saat pengaturan lomba yang gue ikuti amburadul, dan peserta lain dengan ngga pedulinya ngomel "Indonesia dasar". Dari alam mana lo bisa menghina satu bangsa dan itu bangsa lo sendiri? Kita terlalu banyak menelan hal-hal asing. Makanya gue setuju dengan penaikan pajak impor film. Dengan begitu film lokal bisa berjaya di rumahnya sendiri.
         Ini emang tulisan anak SMP yang cuma ngeliat dari luar. Tapi kalo gue jadi Menteri Perdagangan suatu saat nanti, gue akan ngeliat ini dan tau apa yang akan jadi langkah pertama gue.